PIGMEN INDIKATOR ALAMI ASAM-BASA

Hai hai, Pembaca!

Untuk post pertamaku setelah perkenalan, aku akan berbagi tentang pigmen-pigmen alami yang dapat dijadikan indikator alami asam-basa.

Ceritanya, beberapa bulan yang lalu, guru kimia di sekolahku pernah memberi tugas praktikum mencari indikator alami asam-basa kemudian membuat laporan praktikum. Pertama-tama aku cuma membuat laporan praktikum seperti biasa, cuma baca-copas-baca-copas dari google. Tetapi setelah diliat-liat lagi, ternyata di kajian teori kekurangan sesuatu yang menjadi inti praktikum ini nih, yaitu Indikator alami asam-basa. Susah sekali mencari literatur dalam Bahasa Indonesia yang membahas tentang apa yang menyebabkan sesuatu dapat dijadikan indikator alami asam-basa. Kemudian aku search di google lagi, kali ini menggunakan Bahasa Inggris dan akhirnya ketemu di web ini. Kemudian aku terjemahkan sendiri deh biar laporannya lebih lengkap.

Nah, untuk kalian yang memiliki nasib yang sama denganku saat itu, akan kubagikan hasil terjemahanku saat itu.

Indikator Alami Asam Basa

Indikator alam merupakan bahan-bahan alam yang dapat berubah warnanya dalam larutan asam, basa, dan netral. Indikator alam yang biasanya dilakukan dalam pengujian asam basa adalah tumbuhan yang berwarna mencolok, berupa bunga-bungaan, umbi-umbian, kulit buah, dan dedaunan.

Perubahan warna indikator bergantung pada warna jenis tanamannya, misalnya kembang sepatu merah di dalam larutan asam akan berwarna merah dan di dalam larutan basa akan berwarna hijau, kol ungu di dalam larutan asam akan berwarna merah keunguan dan di dalam larutan basa akan berwarna hijau.

Di bawah ini merupakan pigmen-pigmen warna alami yang dapat mendeteksi asam atau basa :
Alizarin adalah warna oranye yang dapat ditemukan di akar tanaman madder plant; Ianya digunakan untuk mewarnai wol di Mesir Kuno, Persia, dan India. Di larutan alkohol 0,5% alizarin berwarna kuning pada pH 5.5 dan berwarna merah pada pH 6.8. Alizarin yang telah dimodifikasi secara sintetis juga dapat digunakan sebagai indikator asam basa.

Cochineal adalah indikator asam basa yang dibuat dari tubuh serangga cochineal yang dikeringkan, serangga ini dapat ditemukan di Mexico dan Amerika Tengah. Kita hari menggiling sekitar 70.000 serangga untuk membuat 1 pon indikator kering. Bubuknya mengandung sekitar 10% Asam carminic yang berwarna kuning di larutan asam, dan ungu tua di larutan basa. Larutan Cochineal tidak digunakan sebagai indikator asam basa lagi.

Curcumin, yaitu kuning kunyit adalah pewarna alami yang ditemukan di bubuk kari. Warna ekstrak kunyit berwarna kuning di pH 7.4 dan berubah menjadi merah di pH 8.6.

Esculin adalah pewarna fluorescent yang bisa diekstrak dari daun dan kulit batang pohon berangan kuda. Kita perlu memancarkan sebuah cahaya hitam (ultraviolet) pada indikator ini untuk mendapat efek terbaiknya. Esculin berubah dari tidak berwarna di pH 1.5 menjadi biru fluorescent di pH 2.

Anthocyanin adalah indikator asam basa yang paling mudah untuk didapatkan; ini redcabbaadalah pigmen warna tanaman yang membuat kol ungu berwarna ungu, bunga
cornflower berwarna biru, dan bunga poppy berwarna merah. Antocyanin berwarna merah di larutan asam, berubah menjadi keunguan dan hijau di larutan basa lemah dan kuning di larutan basa kuat.
Perhatikan gambar di sebelah ini.

Litmus adalah pewarna biru yang diekstrak dari berbagai spesies lumut kerah. Walaupun lumut keran ini tumbuh di berbagai daerah di dunia ini, hamper semua litmus diekstrak dan dikemas di Belanda. Litmus berwarna merah di pH 4.5 dan biru di sekitar pH 8.3. Sebagian besar Litmus digunakan untuk membuat kertas Lakmus, dan dapat juga dipakai sebagai pewarna pada minuman.

Logwood adalah pewarna yang didapatkan dari bagian inti pohon dari sejenis pohon yang tumbuh di Amerika Tengah dan daerah Hindia Barat. Ekstrak ini berisi hematoxylin dan hematein, yang berubah menjadi merah cerah di larutan basa.

Betalains adalah kelas “indole-derived pigments” berwarna merah dan kuning yang ditemukan di tanaman berordo Caryophyllales, dimana pigmen ini menggantikan pigmen antocyanin. Betalain juga ditemukan pada spesies jamur tingkat tinggi.

Untuk laporan praktikum lengkapnya bisa dilihat disini

Terima kasih sudah membaca.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Maaf bahasaku masih agak kaku, ini pertama kalinya aku nulis blog ginian hehe.

Sumber : http://antoine.frostburg.edu/chem/senese/101/acidbase/faq/household-indicators.shtml

Featured Image : http://wallpapersafari.com/w/1rKhH4/

Translator : Silviana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s